Silahkan kirim artikel untuk dimuat di web Al Amin Korea dot Com, Untuk mengirimkan artikel dan file gambar (jika ada) silahkan kirim melalui email ke:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Artikel kiriman saudara akan membantu kami berdakwah secara online.
Terima Kasih.
Update 5-2-2009 ; Di buka pendaftaran splp setiap hari minggu , di al amin , segera daftar sebelum pendaftaran di tutup.,info hub ; kang ajad 010 31483993.
Update 29-12-2008 :CD Tutorial ini menyajikan solusi belajar cerdas, kreatif, nyaman dan praktis. Dikemas dalam Bahasa Indonesia, sehingga Anda serasa memiliki "GURU" pribadi. Anda akan belajar secara visual dan mandiri serta tidak terikat jadwal. Lihat Selengkapnya.
Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala”. (QS 67: 10). Maksudnya ucapan dan perbuatannya tidak mencelakakan orang lain, bahkan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi mereka. Orang yang seperti inilah yang akan menjadi rahmatan lil-alamin.
“Anda termasuk orang yang tidak bersyukur!”, Apa yang akan anda katakan saat ada seorang yang bertanya demikian?
Wajar kita marah kalau dituduh sebagai orang yang tidak bersyukur. Wajar kita tersinggung saat diragukan kesyukuran kita, lebih-lebih yang bertanya itu adalah Allah, penggenggam setiap nyawa manusia. Adalah baik manakala kita masih bisa tersinggung dengan ucapan itu. Itu artinya hati kita masih peka, merasakan sindiran halus.
Mohon maaf sebelumnya ini tidak ada hubungan dengan kampanye dari yang Tiga itu, ini murni sharing pengetahuan.
Sejak gegap gempita Pilpres dimulai, saya langsung tertuju pada kata ‘Neoliberalisme’ pengin tahu apa sih makna sebenarnya. Benarkah seperti yang beritakan orang-orang ataukah bukan itu maknanya (maklum berbagai macam motif dalam mengutarakannya)
Sebetulnya tak ada satupun orang hidup dalam lingkungan masyarakat tertentu yang lepas dari politik. Pendek kata tak ada orang yang tidak berpolitik. Kalau ada yang mengatakan saya tidak berpolitik, tidak berpolitik itulah politiknya orang yang tidak berpolitik.
Jangan terburu-buru menilai orang! Apalagi menilai amalan orang! apakah kita udah bisa jadi orang yang bener-bener ikhlas? Atau hanya karena iri (riya) karena tidak bisa lantas memojokkan seseorang?
Beribadah, hanya diri sendiri dan Allah yang tahu apakah ikhlas atau karena riya, apalagi ‘ujub? Ibadah sendiri secara umum dapat dipahami sebagai wujud penghambaan diri seorang makhluk kepada Sang Khaliq. Penghambaan itu lebih didasari pada perasaan syukur atas semua nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah padanya serta untuk memperoleh keridhaanNya dengan menjalankan titahNya sebagai Rabbul ‘Alamin.
Ketika orang-orang bersiap-siap untuk bergabung dengan pasukan Usamah bin Zaid, tiba-tiba Rasulullah SAW merasakan sakit. Berkenaan dengan hal itu, Imam Ahmad meriwayatkan sebagai berikut :
Dari Abu Muwaihibah bekas budak Rasulullah SAW, ia berkata : Rasulullah SAW membangunkanku di tengah malam. Beliau bersabda, “Ya Abu Muwaihibah, sesungguhnya aku telah diperintahkan agar memohonkan ampun untuk penghuni qubur Baqii’, maka pergilah bersamaku”. (Abu Muwaihibah) berkata : Lalu aku pergi bersama beliau. Setelah beliau berdiri di dekat mereka (penghuni qubur), beliau membaca (yang artinya), “Semoga Keselamatan atas kalian wahai penghuni qubur, bergembiralah kalian dengan apa yang telah kalian lakukan dari apa yang dialami para manusia.
Wahai sekalian manusia, kalian boleh takut, boleh gelisah, boleh khawatir, bahkan ragu.
Karena para Nabi & Rosul juga pernah mengalaminya. (GusTauhid) tapi,....
SeOrang muslim takkan pernah (tidak boleh) dusta (menipu), karena ketika Ia dusta (menipu), maka telah keluarlah Ia dari Islam (HR.Bukhori & Muslim)
Rasululloh bersabda, “Hendaklah kamu sekalian berbuat jujur. Sebab kejujuran membimbing kearah kebajikan. Dan kebajikan membimbing kearah syurga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran sehingga dia ditulis disisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah perbuatan dusta. Sebab dusta membimbing kearah kejelekan. Dan kejelekan membimbing kearah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan dusta sehingga dia ditulis disisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari Muslim)